aaiil.org

|| aaiil.org || || aaiil.org || || aaiil.org || || aaiil.org || || aaiil.org || || aaiil.org ||


Kindly click on 'File' on the browser's menu bar, and select 'Print...' to get a print-out of this page.

This page was printed from the 'Official Website of the Ahmadiyya Anjuman Isha'at-e-Islam Lahore (Lahore Ahmadiyya Movement for the Propagation of Islam)'
located at
http://aaiil.org or http://www.aaiil.org
Click on the above links to go to our homepage, if you reached this page through a search engine.

This is a 'printer-friendly' page, to see the original version of this page kindly
click here.
The Indonesian Lahore Ahmadiyya Website > Indonesian Books Section > Anwaar-ul-Quran [Commentary of the 30th Part/Paaraa of the Holy Quran by Dr. Basharat Ahmad] > Chapter 82 (Al-Infitar - Terbelah)

Commentary of Chapter 82 (Al-Infitar - Terbelah) of the Holy Quran:
by Dr. Basharat Ahmad
Indonesian Translation by Imam Musa Prodjosiswojo and Bambang Dharmaputra


Dengan nama Allah, Yang Maha-pemurah, Yang Maha-pengasih.

01. Tatkala langit terbelah.
02. Dan tatkala bintang-bintang berserakan.
03. Dan tatkala sungai-sungai dialirkan dengan deras,
04. Dan tatkala kuburan-kuburan dibuka lebar,
05. Tiap-tiap jiwa akan tahu apa yang dahulu ia lakukan dan apa yang ia lalaikan.
06. Wahai manusia, apakah yang memperdaya engkau tentang Tuhan dikau, Yang Maha-mulia?
07. Yang menciptakan engkau, lalu menyempurnakan engkau, lalu membuat engkau dalam keadaan seimbang.
08. Dalam bentuk apa gerangan Ia kehendaki membentuk engkau.
09. Tidak, tetapi engkau malah mendustakan Keputusan (Tuhan).
10. Dan sesungguhnya bagi kamu ada penjaga.
11. Juru tulis yang mulia,
12. Mereka mengetahui apa yang kamu lakukan.
13. Sesungguhnya orang-orang yang tulus ada dalam kenikmatan,
14. Dan sesungguhnya orang-orang yang jahat ada dalam Api yang menghanguskan.
15. Mereka akan masuk ke sana pada hari Keputusan.
16. Dan mereka tak akan lolos dari (Neraka) itu.
17. Dan apakah yang membuat engkau tahu apakah hari Keputusan itu?
18. Lagi, apakah yang membuat engkau tahu apakah hari Keputusan itu?
19. Yaitu hari tatkala tiada jiwa menguasai sesuatu untuk kepentingan jiwa yang lain. Dan pada hari itu komando (perintah) adalah kepunyaan Allah.

Ini adalah suatu surat yang turun pada masa Mekkah awal, dan seperti surat sebelumnya, At-Takwir (Melipat), ini membuktikan melalui nubuwat, bahwa manusia itu harus bertanggung-jawab atas amal-perbuatannya. Meski ada satu perbedaan. Dalam surat sebelumnya (Melipat), tergenapinya ramalan kejayaan yang disebutkan di sana menyangkut Abad Akhir, sedangkan tanda-tanda istimewa yang terdapat dalam surat ini (Terbelah) berkaitan dengan kehidupan Nabi Suci Muhammad s.a.w.Penggenapannya jelas disaksikan dalam masa hidupnya dan kejayaan serta keagungannya juga melebar ke abad-abad yang segera menyusul kedatangannya. Seperti disebutkan beberapa kali sebelumnya, nubuatan itu diselimuti dengan bahasa yang rumit, metaforis, dan arti penting yang sebenarnya dibuka hanya pada saat penggenapannya.

1.Tatkala langit terbelah.

Ayat ini membawa suatu arti kiasan yang mendalam. Yakni, langit akan menurunkan hujan tanda-bukti serta pertolongan Ilahi seolah mereka diciptakan untuk maksud itu dan hanya menunggu perintah Tuhannya, dan ketika saatnya sudah masak, begitu derasnya tercurah tanda-bukti Ilahi dan pertolongan dari langit ini seolah dari sebuah bejana raksasa yang pecah dan telah memancarkan isinya ke segenap penjuru yang jauh dan luas.

2.Dan tatkala bintang-bintang berserakan.

Ini juga, adalah perumpamaan rumit yang lain. Nabi Suci Muhammad s.a.w. diriwayatkan telah bersabda: ‘Para sahabatku itu ibarat bintang-bintang". Mereka seperti bintang-gemintang karena mereka dipenuhi dengan cahaya langit yang dibawa oleh Nabi Suci. Maknanya adalah bahwa ketika pancuran pertolongan Ilahi dan tanda-bukti dari langit ini jatuh ke bumi dan Islam menang, maka kemudian tanda-bukti yang lain akan mempengaruhi, dan ini adalah bintang di langit, yakni para sahabat Nabi Suci, dan kaum Muslim lain yang akan dipenuhi dengan cahaya yang sama, akan bersafari di segenap penjuru bumi guna menyiarkan cahaya langit ini, yakni, menyiarkan agama Islam ke seluruh penjuru dunia.

3. Dan tatkala sungai-sungai dialirkan dengan deras.

Sungai-sungai dalam bahasa kiasan merujuk kepada ilmu. Yakni, sungai ilmu akan mengalir dengan berlimpah ke seluruh bumi. Tanda-bukti ketiga ini memberi tahu kita bahwa bersama dengan para sahabat itu berkelana di bumi dan menyebarkan agama, mereka juga memrakarsai membanjirnya ilmu dan hikmah di segala lingkungan yang didambakan manusia. Tambahan pula, bangsa Arab akan menjadi umat yang diberkahi yang akan mengajar dunia ilmu dan pengetahuan dan akan mengilhami serta meletakkan dasar peradaban dan kebudayaan baru.

4. Dan tatkala kuburan-kuburan dibuka lebar.

Yakni, orang yang mati akan hidup kembali. Dengan perkataan lain, orang-orang yang mengalami kematian baik berupa buta huruf, atau kebiadaban dan salah arah, serta dikuburkan di lubang kejahilan dan takhayul nenek-moyang, akan menerima satu kehidupan (iman dan ilmu). Dan dimanapun risalah Islamiyah itu samapi, orang akan menemukan di sana kebangkitan nafas kehidupan yang ditiupkan kepada orang-orang yang tadinya liar.

Ingatlah bahwa keempat tanda-bukti tersembunyi yang disebutkan di sini diramalkan pada saat Islam masih balita dan mengalami periode sangat menderita dan tanpa daya. Betapa jelas dan tajamnya mereka bukakan hal ini hanya dalam beberapa tahun dan betapa cepatnya Islam menguasai panggung dunia telah ditulis besar-besar dengan tinta emas di halaman sejarah dunia.

5. Tiap-tiap jiwa akan tahu apa yang dahulu ia lakukan dan apa yang mereka lalaikan.

Setelah menggambarkan empat tanda-bukti di atas, Allah Yang Maha-tinggi kemudian berfirman, bahwa bila tanda-bukti ini ternyata benar, maka, akibatnya, adalah benar pula bahwa setiap manusia itu akan diperlihatkan hasil dari amal perbuatannya, apakah dia akan melihatnya dalam kehidupannya di masa depan atau, apakah sebagai yang melakukan amal saleh, dia telah meninggalkan suatu jejak kedermawanannya itu. Dan tak terbantahkan lagi bahwa empat nubuatan yang disebut di atas sesungguhnya membentuk suatu aturan yang indah yang diwariskan masyarakat Islam kepada dunia.

Telah disebutkan dalam surat 78 (An-Naba – Pemberitahuan), bahwa zaman setiap nabi atau utusan itu menyajikan kepada kita, dalam skala kecil, suatu lukisan dari hari Kebangkitan sedemikian hingga orang-orang bisa menyaksikan dengan mata-kepalanya sendiri hasil dari perbuatannya dalam kehidupan ini, dan bahwa ini semoga selanjutnya memperkuat keimanan mereka kepada Hari Kebangkitan Yang Agung disaat manusia akan menyaksikan manifestasi sepenuhnya dari konsekwensi amal perbuatannya.

Inilah sebabnya mengapa Allah telah menggunakan dalam Qur’an Suci kata As-Sa’ah (Saat), yakni nama lain dari hari Kebangkitan, untuk menggambarkan kembali sukses dari budi luhur dan kebinasaan serta kegagalan dari keburukan dalam masa hidup Rasulullah. Tujuan Allah dalam menyajikan manusia pemandangan awal ini sesungguhnya karena hal itu berfungsi sebagai bukti yang tak tertandingi dari Hari Kebangkitan Yang Agung. Dengan perkataan lain, saat, sesuai dengan rancangan Allah, hasil perbuatan itu dibukakan di alam fana ini dan setiap orang, baik atau jahat, menerima ganjarannya yang adil – suatu fakta yang telah diceriterakan sebelumnya terjadi – lalu, bila itu juga diungkapkan sebelumnya bahwa dalam kehidupan di masa datang, kebaikan dan kejahatan itu masing-masing akan menerima ganjarannya yang sesuai dengan skala penuh, lalu alternatif apa lagi di sana kecuali menerima kebenaran janji Allah?

Sesungguhnya, kita telah menyaksikan penggenapan sejati dari perkara ini dalam kehidupan di sini dan kita telah melihat dengan mata-kepala sendiri balasan baik untuk kebaikan maupun kejahatan. Jadi, sesuai dengan rencana Allah, apapun kebaikan yang dikerjakan oleh kelompok sahabat Nabi, dan apapun jejak langkah yang mereka tinggalkan sesudahnya, tersedia untuk membuktikan bahwa mereka adalah suatu umat dengan akhlak yang luhur dan kemaslahatan yang besar, serta di dunia mendatang amal saleh mereka akan menghasilkan buah yang melimpah-ruah. Secara kuat fakta juga mengindikasikan bahwa setiap amal perbuatan manusia itu mengandung konsekwensinya sendiri apakah hal itu bisa terlihat jelas di dunia ini atau mendatang.

Jadi manusia harus sangat berhati-hati dalam tindak-tanduknya dan harus berperilaku dengan cara yang tidak saja kebaikannya itu untuk di kirim ke akhirat melainkan juga harus meninggalkan warisan kebajikan semasa hidupnya.

6. Wahai manusia, apakah yang memperdaya engkau tentang Tuhan dikau, Yang Maha-mulia.

7. Yang menciptakan engkau, lalu menyempurnakan engkau, lalu membuat engkau dalam keadaan seimbang.

Ini berarti bahwa manusia dilahirkan di dunia ini dan segera lupa akan tujuan penciptaaannya serta perhatiannya terpaku semata kepada pemuasan nafsu hewaninya, seperti makan, minum dan nafsu sensualnya yang lain. Dia menyingkir dari Tuhannya Yang menjadikannya ada guna menunjukkan Rububiyyat-Nya(Sifat Memelihara) kepadanya, yakni, membimbingnya untuk mencapai, selangkah demi selangkah, kemajuan dan kesempurnaan di segala bidang, dan Dia, dengan kemurahan-Nya yang tak terhingga, mengaruniai dia dengan sumber-daya dan bakat sedemikian rupa untuk menjadikannya mencapai kemuliaan yang tertinggi dan karenanya menjadi abdi yang terhormat dari Tuhannya yang pemurah dan terpuji.

Ini adalah Tuhan yang sama Yang menciptakan dan membentuknya dalam citra yang paling sempurna. Yakni, apapun yang dikaruniakan kepadanya adalah yang paling tepat, yang paling cocok dan yang paling sempurna sehingga dia dapat mencapai tingkatan yang penuh dari tujuan penciptaannya. Selanjutnya, Dia membentuknya dengan ukuran yang benar. Dengan perkatan lain, kemajuan manusia itu tergantung kepada moderasi serta keseimbangan yang terbebas dari kebablasan dan dimana Penciptanya telah melekatkannya dalam sifat alaminya yang terdalam (fitrah).

Jadi, bila manusia itu memusatkan perhatiannya kepada Tuhan yang terpuji dan pemurah, yakni, bila dia selalu mengingat fakta bahwa Tuhannya telah menciptakan dia untuk mencapai kemuliaan dan kesempurnaan, dan bila dia merenungkan ciptaan-Nya dan menyadari luasnya kualitas yang sublim yang dikaruniakan kepadanya dan kemudian dia harus mengikuti langkah yang seimbang, maka tak ada batas dalam kemuliaan serta tingkat kesempurnaan yang bisa dicapainya. Namun, malangnya, dia tidak menahan nafsu sensualnya serta nafsu hewaninya demi penyempurnaan dan kemajuan ruhaniunya di kehidupan akhirat. Selanjutnya, dia harus tidak boleh berbalik dari ketaatannya kepada Tuhannya, karena di sinilah terletak rahasia kehormatannya.

8. Dalam bentuk apa gerangan Ia kehendaki membentuk engkau.

Yakni, bermacam ragamnya bentuk dan penampilan, dalam kebijaksanaan Allah, adalah perkara yang penuh keajaiban dan luar biasa. Ini juga memungkinkan manusia itu mengenal satu sama lain dan mengembangkan pribadi mereka yang unik. Dengan mengabaikan bentuk dimana Allah menciptakan setiap orang, langkah yang sama demi penyempurnaan ruhaninya adalah sama dan bisa dicapai semua orang, apakah dia hitam ataukah putih warna kulitnya, entah dia tampan ataukah tidak. Selanjutnya, tak seorangpun dapat mencegah orang lain menjalani jalan kesempurnaan ruhani ini, yang merupakan tujuan hidup di bumi.

9. Tidak, tetapi engkau malah mendustakan (Keputusan) Tuhan.

Dengan perkataan lain, tak suatupun yang sungguh-sungguh menyesatkan manusia dari jalan yang lurus. Sesungguhnya, penyebab sebenarnya dari penyelewengannya ialah bahwa dia tidak merasa takut terhadap tanggung-jawab serta konsekwensi atas amal perbuatannya,. Bila dia yakin bahwa suatu hari pasti datang ketika dia akan dibalas untuk kelakuannya, maka dia pasti akan tidak pernah membangkang kepada Tuhannya yang pemurah. Akibat penolakannya untuk beriman kepada kepastian pembalasan di hari penghukuman telah mendorongnya ke lubang kelalaian dan pengingkaran. Dan ini, sebenarnya, suatu pengingkaran dengan perbuatan terhadap hari Pengadilan. Betapa pun, orang harus selalu ingat bahwa amal -nya tidak akan hilang, karena setiap perbuatan itu dijaga rapi di dalam suatu rekaman yang terjaga.

10. Dan sesungguhnya bagi kamu ada penjaga.

11. Juru tulis yang mulia.

12. Mereka mengetahui apa yang kamu lakukan.

Dengan perkataan lain, Allah telah menunjuk penjaga semacam itu yang merekam perbuatan manusia dan mereka tidak pernah membiarkan setiap catatanpun hilang. Sebaliknya, mereka tetap mencatat setiap hal satu demi satu. Para penjaga ini malaikat yang mulia dan suci yang agaknya tidak serupa dengan petugas jahat yakni reserse polisi di dunia ini yang menulis peristiwa yang mereka rasakan. Sebaliknya, apa pun yang ditulis para perekam yang murni ini sepenuhnya asli dan terpercaya. Kini, dalam abad ilmiah ini, para peneliti terakhir telah mengungkapkan bahwa tidak ada kata ataupun perbuatan manusia itu yang bisa hilang. Sebaliknya, segala sesuatu itu secara sinambung direkam dalam gelombang suara yakni eter. Bila kita bisa menemukan sarana dimana kita bisa membaca rekaman ini, maka kita akan bisa membaca sejarah lengkap dunia, dan apapun hunian yang kita pilih untuk diteliti, kita akan bisa mengungkapkan kerja apa yang dilakukan dan kata-kata apa yang diucapkan di sana.

Uspan, seorang Inggris yang masuk Islam dan mantan editor dari Outlook dan The Light (dua majalah), telah membuat terobosan catatan atas masalah ini, dengan berani mengumumkan bahwa hari dimana rekaman yang tersimpan dalam kitab alam itu bisa dipecahkan kodenya maka hasilnya adalah keruntuhan seketika itu juga dari Kekristenan, karena ceritera bohong mengenai Ketuhanan Almasih, Nabi Isa, dan yang diangkat hidup-hidup ke langit akan dibuka dan akibatnya doktrin Trinitas dan Penebusan Dosa akan lenyap dari muka bumi.

Pendeknya, ilmiawan sedang terlibat dalam tugas untuk menemukan alat dengan mana kita bisa membaca rekaman dari alam dan mereka bisa atau tidak berhasil. Dalam setiap hal, rekaman itu adalah dalam kepemilikan Allah – suatu catatan dari mana tak ada kata atau amal dari kita yang disembunyikan atau dihilangkan. Jadi, akibat dari hal ini adalah sebagai berikut:

13. Sesungguhnya orang-orang yang tulus ada dalam kenikmatan.

14. Dan sesungguhnya orang-orang yang jahat ada dalam Api yang menghanguskan.

15. Mereka akan masuk ke sana pada hari Keputusan.

16. Dan mereka tak akan lolos dari (Neraka) itu.

Yakni, neraka yang mereka buat dengan tangan mereka sendiri melalui perbuatan jahat mereka sebetulnya sudah hadir beserta mereka dalam hidup ini, tetapi mereka membutakan diri darinya. Namun, setelah mati, pada hari Pembalasan, mereka akan menangkap dengan keyakinan penglihatan, dan itulah Api yang akan mereka masuki.

17. Dan apakah yang membuat engkau tahu apakah hari Keputusan itu?

18. Lagi, apakah yang membuat engkau tahu apakah hari Keputusan itu?

Pengulangan pertanyaan ini adalah suatu style bentuk bahasa, maksudnya untuk membuat jelas pentingnya subyek masalah dan juga untuk menyoroti horor dan agungnya hari Keputusan itu.

19. Yaitu hari tatkala tiada jiwa menguasai sesuatu untuk kepentingan jiwa yang lain. Dan pada hari itu komando (perintah) adalah kepunyaan Allah.

Kekuatan dan komando itu selalu di tangan Allah, tetapi di sini tujuannya adalah untuk menarik perhatian atastaan, bahwa dalam kehidupan ini, Allah telah memberi manusia hadiah untuk memilih: berbuat baik atau tidak, atau saling menolong dengan satu cara atau lainnya, atau memberi keuntungan kepada orang lain atau menentangnya. Betapa pun, pada hari ketika hasil perbuatan itu dibukakan, tak seorangpun punya pilihan untuk memikul beban konsekwensi amalnya dengan sabar ataukah tidak, ataupun seseorang bisa menyelamatkan orang lain dari hukuman, atau bisa menolong yang lain dengan suatu cara. Inilah sebabnya mengapa Nabi Suci Muhammad s.a.w. memperingatkan puterinya, Fatimah r.a. dengan kata-kata berikut ini:

"Puteriku sayang, pada hari Kebangkitan, tak akan berguna apa-apa meski aku ini ayahmu.
Hanya amal perbuatanmulah yang akan bermanfaat bagimu".


This page was printed from the 'Official Website of the Ahmadiyya Anjuman Isha'at-e-Islam Lahore (Lahore Ahmadiyya Movement for the Propagation of Islam)'
located at
http://aaiil.org or http://www.aaiil.org

|| aaiil.org || || aaiil.org || || aaiil.org || || aaiil.org || || aaiil.org || || aaiil.org ||